Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Asian Journal of Agriculture and Rural Development melalui studi Do Livelihood Capitals Improve Food Security among Smallholder Farmers? Evidence from Horticulture Farmers in East Java, Indonesia (2022). Studi tersebut menunjukkan bahwa modal finansial, modal manusia, modal sosial, dan modal fisik merupakan faktor penting yang memengaruhi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani hortikultura kecil. Ketika salah satu aspek ini terbatas, stabilitas produksi dan pendapatan petani juga menjadi lebih rentan.
Melalui ekosistem pertanian yang terintegrasi, Elevarm berupaya memperkuat berbagai aspek tersebut agar petani dapat berkembang secara lebih berkelanjutan.
Penguatan kapasitas komunitas melalui pelatihan pascapanen
Menjawab tantangan tersebut, Elevarm memperkuat kapasitas komunitas petani melalui pelatihan pertanian dan pengelolaan pascapanen yang berfokus pada peningkatan kualitas hasil serta pengurangan kehilangan panen. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan nilai jual komoditas, tetapi juga memperkuat modal manusia dan modal sosial melalui pembelajaran bersama serta praktik budidaya yang lebih terstandarisasi di tingkat komunitas.Sepanjang tahun 2025, seluruh petani mitra Elevarm menerima pelatihan good agricultural practices dan pendampingan teknis secara berkala. Sekitar 10 sesi pelatihan dan berbagi pengetahuan diselenggarakan setiap bulan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan budidaya dan pascapanen.
Praktik pembayaran yang adil dan inklusif
Keadilan ekonomi menjadi bagian penting dari pendekatan Elevarm dalam membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Seluruh petani mitra menerima pembayaran yang adil dan tepat waktu, dengan prinsip kesempatan yang setara bagi perempuan dalam ekosistem pertanian.Pendekatan ini membantu menciptakan kepastian pendapatan sekaligus memperkuat inklusi sosial di tingkat komunitas. Pada tahun 2025, sebanyak 175 petani perempuan tercatat memimpin kelompok tani mereka, menunjukkan semakin kuatnya peran perempuan dalam pengelolaan komunitas pertanian. Selain itu, 12,86% petani mitra merupakan generasi muda berusia di bawah 35 tahun, yang menjadi bagian penting dalam mendorong regenerasi sektor pertanian.
Kepastian pasar dan stabilitas pendapatan
Akses pasar yang terbatas sering menjadi salah satu penyebab utama ketidakstabilan pendapatan petani. Tanpa kepastian pembeli, petani harus menghadapi fluktuasi harga dan risiko hasil panen yang tidak terserap pasar.Melalui ekosistem Elevarm, seluruh hasil panen petani mitra terserap oleh pasar, sehingga memberikan kepastian pembeli bagi petani. Selain itu, Elevarm juga menawarkan skema harga kontrak yang membantu menciptakan pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi.
Data Sustainability Report Elevarm 2025 menunjukkan bahwa pendekatan ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani. Pendapatan bersih petani meningkat hingga sekitar Rp1,5–2 juta per bulan, dengan pertumbuhan pendapatan rata-rata mencapai 15,9% pada setiap siklus tanam.
Dukungan terhadap ketahanan pangan rumah tangga
Sebagai bagian dari pendekatan yang berpusat pada petani, Elevarm juga memberikan izin bagi petani untuk membawa pulang sebagian hasil panen. Praktik ini memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan rumah tangga petani serta membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.Pendekatan ini mencerminkan upaya Elevarm untuk melihat petani tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang perlu didukung kesejahteraannya secara menyeluruh.
Membangun ekosistem kesejahteraan yang berkelanjutan
Dengan mengintegrasikan penguatan kapasitas pascapanen, praktik pembayaran yang adil, kepastian pasar, serta dukungan terhadap ketahanan pangan rumah tangga, Elevarm berupaya membangun ekosistem yang mendorong kemajuan sosial dan ekonomi petani secara lebih menyeluruh.Di tingkat komunitas, peningkatan aktivitas pertanian juga membuka lebih banyak peluang kerja. Rata-rata jumlah tenaga kerja di setiap lahan pertanian meningkat hingga 120%, yang menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari kegiatan pertanian juga dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Sustainability Report Elevarm 2025 menunjukkan bahwa ketika petani didukung secara holistik, bukan hanya sebagai produsen tetapi sebagai bagian penting dari ekosistem, mereka memiliki peluang lebih besar untuk membangun fondasi kesejahteraan yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan bagi keluarga serta komunitasnya.


