Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart farming berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui pemantauan lapangan yang lebih akurat, pengelolaan input yang presisi, serta pengambilan keputusan berbasis informasi real-time. Namun, efektivitas teknologi tidak dapat berdiri sendiri. Dampaknya sangat bergantung pada kesiapan ekosistem pendukung, termasuk pendampingan teknis, literasi petani, dan penerapan standar operasional yang konsisten.
Sejalan dengan temuan ini, Elevarm menempatkan produktivitas sebagai fondasi utama keberlanjutan pertanian. Melalui pendekatan agronomi yang terukur, Elevarm mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih terstruktur, mulai dari perencanaan pola tanam, pemantauan pertumbuhan tanaman, hingga optimalisasi penggunaan input. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas hasil panen sekaligus menjaga kesehatan lahan dalam jangka panjang.
Dampak dari strategi tersebut terlihat nyata sepanjang 2025. Total produksi petani mitra Elevarm berhasil melampaui 1.200 ton, dengan peningkatan hasil rata-rata sebesar 12,2 persen di berbagai komoditas. Capaian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara pendampingan agronomi, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan operasional yang disiplin mampu mendorong peningkatan produktivitas secara signifikan.
Selain teknologi, peningkatan kapasitas petani menjadi faktor kunci keberhasilan. Elevarm memastikan setiap inovasi yang diterapkan selalu didukung oleh pendampingan lapangan yang intensif. Pada 2025, sebanyak 7.441 petani mitra aktif mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan melalui kunjungan langsung oleh tim field operation serta komunikasi berkala melalui berbagai kanal. Pendampingan yang konsisten membantu petani memahami praktik budidaya yang lebih efisien, menyesuaikan keputusan tanam dengan kondisi aktual di lapangan, dan mengelola siklus produksi dengan lebih baik.
Penerapan smart farming juga berkontribusi pada efisiensi penggunaan sumber daya. Elevarm menerapkan pendekatan input presisi berbasis hasil pemeriksaan kondisi tanah untuk menentukan kebutuhan lahan sejak tahap persiapan hingga pemeliharaan tanaman. Strategi ini memungkinkan penggunaan pupuk dan pestisida secara lebih tepat sasaran, mengurangi pemborosan, menekan biaya produksi, serta mendukung keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, produktivitas tidak hanya diukur dari peningkatan volume panen, tetapi juga dari efisiensi sistem produksi dan ketahanannya terhadap berbagai risiko.
Sustainability Report Elevarm 2025 menegaskan bahwa peningkatan produktivitas memerlukan kombinasi yang seimbang antara teknologi, disiplin operasional, dan penguatan kapasitas petani. Melalui penerapan prinsip smart farming yang terintegrasi, Elevarm terus mendorong transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan bagi petani maupun ekosistem di sekitarnya.
Post tag(s)
Related Articles
The latest industry news, interviews, technologies, and resources.
Berita
Perjalanan Pertanian Berkelanjutan dalam Sustainability Report Elevarm 2025
Pertanian Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan serius. Produktivitas yang stagnan, degradas...
09 Feb 2026
Berita
Dampak Positif Vermicomplus Selama 2024
Dalam dunia pertanian, kesehatan tanah adalah fondasi dari setiap panen yang berhasil. Namun, tantan...
09 Aug 2025


